PSIKOBORNEO

Jurnal Ilmiah Psikologi

PRINSIP INDIVIDUAL ADLER PADA ATLET TUNA DAKSA DI KOTA TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (DIFIANA YULILLA)

Submitted by: Yulilla, Difiana
On: Jul 3, 2018 @ 2:57 PM
IP: 180.248.101.170

  • Judul artikel eJournal: PRINSIP INDIVIDUAL ADLER PADA ATLET TUNA DAKSA DI KOTA TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): DIFIANA YULILLA
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Prinsip Individual Adler Pada Atlet Tuna Daksa dalam mencapai tujuan kesempurnaan (superioritas) yang berada di kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Peneliti menggunakan tekhnik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, serta data dokumentasi yang terkait dengan keempat subjek tersebut. Adapun metode pengumpulan data yakni melalui wawancara mendalam dan observasi. Tekhnik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa keempat subjek yaitu AS, JZ, JI, dan TO tidak dapat dipungkiri bahwa masih merasa memiliki rasa kurang percaya diri (inferioritas) jika harus bersosialisasi dengan orang yang memiliki kondisi fisik sempurna. Namun keempat subjek tersebut mampu mengompensasi kelemahannya tersebut dengan memperkuat organ tubuh yang lain untuk mencapai sebuah keberhasilan (superioritas) salah satunya dengan menjadi seorang atlet tuna daksa yang dimana hal tersebut telah mereka buktikan dengan beberapa prestasi yang telah dicapai. Faktor-faktor yang membuat superioritas itu dapat terbentuk antara lain ialah dukungan sosial seperti dukungan keluarga, dukungan dari rekan sesama atlet penyandang disabilitas maupun dukungan yang berasal dari dalam diri sendiri. Pada subjek JZ, JI, dan TO ketiga subjek tersebut memiliki dukungan sosial yang positif dan mampu memberi semangat serta motivasi kepada diri sendiri sehingga hal tersebut membuat ketiga subjek ini masih terus aktif menjalani kegiatan rutin sebagai seorang atlet salah satunya ialah mengikuti program latihan demi tercapainya sebuah pencapaian yang ingin mereka raih. Namun pada subjek AS perasaan adanya akan rasa rendah diri (inferioritas) itu muncul kembali dikarenakan subjek yang merasa kurang di perdulikan dan dibedakan di lingkup sosialnya tersebut membuat subjek menjadi malas, tidak memiliki motivasi dari dalam diri serta memutuskan enggan untuk beraktifitas kembali sebagai seorang atlet hampir selama satu tahun.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): inferioritas, superioritas, atlet, tuna daksa
  • NIM: 1302105051
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Psikologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Lisda Sofia, M.Psi, Psikolog dan Rini Fitriani P, S.Psi., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Psikologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Jurnal Difiana (07-03-18-02-57-22).doc (102 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Difiana (07-03-18-02-57-22).pdf (91 kB)

100 total views, 1 views today

Print Friendly, PDF & Email