PSIKOBORNEO

Jurnal Ilmiah Psikologi

SUBJECTIVE WELL-BEING PADA RELAWAN SKIZOFRENIA YAYASAN SOSIAL JOINT ADULAM MINISTRY (JAM) DI SAMARINDA (Elisha Maris Tobing)

Submitted by: Tobing, Elisha Maris
On: Feb 20, 2015 @ 1:43 AM
IP: 180.248.84.15

  • Judul artikel eJournal: SUBJECTIVE WELL-BEING PADA RELAWAN SKIZOFRENIA YAYASAN SOSIAL JOINT ADULAM MINISTRY (JAM) DI SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Elisha Maris Tobing
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian mengenai subjective well-being ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan subjektif pada relawan yang mengabdi untuk orang-orang skizofrenia. Relawan skizofrenia di Yayasan Joint Adulam Ministry (JAM) adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani dan membantu pasien-pasien skizofrenia.
    Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif berdasarkan teori subjective well-being yang dikemukakan oleh Diener. Teori terdiri dari kepuasan hidup (life satisfaction) dan kepuasan domain (domain satisfaction) dan dimensi afektif meliputi afek positif dan afek negatif. Responden diambil berdasarkan konstruk operasional (theory based/operational construct sampling). Metode pengumpulan data adalah metode wawancara mendalam (in depth interview), dengan tiga subjek penelitian yang merupakan relawan Yayasan Sosial Joint Adulam Ministry (JAM) di Samarinda.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketiga subjek memiliki gambaran subjective well-being atau kesejahteraan subjektif yang berbeda. Pada subjek RT, ia merasakan afek negatif seperti rasa sedih karena harus tinggal terpisah dengan suaminya dan rasa jenuh akan posisinya sebagai relawan. Namun ia lebih banyak merasakan afek positif di beberapa domain lain sehingga menutupi rasa ketidakpuasan pada domain-domain tertentu. Pada subjek TN ia merasakan lebih banyak afek negatif daripada afek positif dalam domain kepuasan. TN merasa kurang bahagia atau merasakan banyak afek negatif karena harapan-harapannya belum tercapai. Mengabdi di Yayasan JAM menjadi penyebab subjek belum dapat mewujudkan impiannya. Pada subjek IT, dalam domain diri sendiri ia menyatakan belum puas pada hidupnya saat ini. IT mengungkapkan bahwa saat menjadi relawan di JAM, ia belum mencapai hidup yang ideal karena menjalani pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage). Meskipun demikian, disamping dua domain tersebut subjek merasakan banyak afek positif dan secara keseluruhan merasa bahagia atas hidupnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Subjective Well-being, Relawan, Yayasan Sosial
  • NIM: 1002095058
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Psikologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Lisda Sofia, S.Psi., M.Psi., Psikolog & Rina Rifayani, S.Psi.,M.Psi, Psikolog
  • Nama eJournal: eJournal Psikologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): EJURNAL LISA (02-20-15-01-43-33).docx (44 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): EJURNAL LISA (02-20-15-01-43-33).pdf (78 kB)

690 total views, 1 views today