PSIKOBORNEO

Jurnal Ilmiah Psikologi

SUBJECTIVE WELL-BEING DAN PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME (Dian Wijayanti)

Submitted by: Wijayanti, Dian
On: Dec 8, 2015 @ 6:26 AM
IP: 125.160.67.73

  • Judul artikel eJournal: SUBJECTIVE WELL-BEING DAN PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME
  • Pengarang (nama mhs): Dian Wijayanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian mengenai subjective well-being dan penerimaan diri ibu yang memiliki anak down syndrome, bagaimana seorang ibu memiliki subjective well-being yang positif ketika memiliki anak dengan gangguan perkembangan down syndrome serta penerimaan diri ibu dalam menghadapi anak dengan gangguan perkembangan down syndrome. Teori menekankan pada bagaimana seorang ibu memiliki subjective well-being yang positif dan proses penerimaan diri ibu memiliki anak dengan gangguan down syndrome. Kebutuhan subjective well-being yang positif dan penerimaa diri yang baik agar seorang ibu merasakan kepuasan dalam hidupnya serta menerima segala kekurangan yang dimiliki anaknya agar dapat memberikan sesuai dengan kebutuhan anak dalam proses pertumbuhannya.
    Peneliti ini menggunakan penelitian kualitatif berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Creswell dengan pendekatan fenomenologi. Responden diambil berdasarkan purposive sampling yaitu pemilihan subjek dan informan dalam penelitian didasarkan atas ciri-ciri yang memenuhi tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan. Metode pengumpulan data adalah metode wawancara mendalam (in depth interview), dengan empat subyek penelitian dan empat informan.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keempat subjek memiliki subjective well-being dan penerimaan diri yang berbeda dalam menghadapi anak dengan gangguan perkembangan down syndrome. Pada subyek pertama M, memiliki subjective well-being yang positif karena subyek merasa puas dengan keadaan anaknya dan menerima setiap kekurangan anaknya. Subyek kedua RNS, memiliki subjective well-being yang negatif dan penerimaan diri yang kurang baik karena subyek merasa bahwa keadaan anaknya merupakan kesalahannya dengan Sang Pencipta. Subyek ketiga MI memiliki subjective well-being negatif dan penerimaan diri yang kurang baik karena subyek tidak merasa puas dengan keadaan anaknya dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengatakan keadaan anaknya. Subyek keempat R memiliki subjective well-being yang positif dan penerimaan diri yang baik karena subyek merasa puas dengan keadaan anaknya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Subjective Well-Being dan Penerimaan Diri
  • NIM: 1102105091
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Psikologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Lisda Sofia., S.Psi.,M.Psi.,Psikolog & Hairani Lubis., S.Psi.,M.Psi.,Psikolog
  • Nama eJournal: eJournal Psikologi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): ejounal dian wijayanti (12-08-15-06-26-24).docx (37 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejounal dian wijayanti (12-08-15-06-26-24).pdf (82 kB)

252 total views, 2 views today