PSIKOBORNEO

Jurnal Ilmiah Psikologi

KEBERMAKNAAN HIDUP PADA BIARAWATI DI KALIMANTAN TIMUR (Desy Amelia Fransiska Hagang)

Submitted by: ,
On: Mar 21, 2016 @ 3:50 AM
IP: 180.248.255.3

  • Judul artikel eJournal: KEBERMAKNAAN HIDUP PADA BIARAWATI DI KALIMANTAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Desy Amelia Fransiska Hagang
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Konsekuensi yang dihadapi seorang biarawati adalah berkaitan dengan tiga kaul yaitu kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan yang juga ditambah dengan kebebasan yang dinilai terbatas, memiliki waktu luang yang tidak banyak, rutinitas keseharian yang telah dijadwalkan oleh pimpinan, tidak menikah, hidup sederhana, serta terikat dengan peraturan Gereja. Namun tidak hanya konsekuensi-konsekuensi yang dilahirkan dari kaul kekal para biarawati tersebut, melainkan juga karena adanya gangguan penyesuaian diri, kebiasaan, pola pikir, ketertarikan terhadap lawan jenis, konflik-konflik dengan umat maupun dengan teman sebiara, masalah ekonomi keluarga, penyakit kronis dan lain sebagainya. Dari konsekuensi-konsekuensi tersebut maka tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat biarawati yang merasa tertekan, stres ringan, serta gangguan penyesuaian diri yang berdampak ada gangguan tidur dan gangguan makan (pola makan yang tidak sesuai dengan kebiasaan sebelumnya), bahkan sampai memutuskan untuk keluar dari biara dan memilih untuk menjadi kaum awam.
    Akan tetapi, dari banyaknya konsekuensi-konsekuensi tersebut, masih banyak pula biarawati yang memilih untuk tetap menjadi biarawati sehingga adanya subjek yang mengaku merasa tenang berada dalam biara, dan merasa telah menemukan tujuan hidupnya. Maka dari itu peneliti ingin mengulas proses penemuan makna hidup biarawati tersebut dalam biara, serta yang melatarbelakangi mereka untuk memilih menjadi biarawati hingga menemukan solusi untuk tetap bertahan dan menjalani hidup sebagai biarawati. Frankl mengatakan bahwa makna hidup dapat dialami oleh siapapun dan dalam keadaan apapun, bahkan dalam keadaan menderita sekalipun. Makna hidup menjadi nilai yang semakin penting dalam kehidupan manusia yang harus direfleksikan demi suatu kehidupan yang tertata dengan baik. Peneliti melihat adanya perbedaan pandangan hidup dan pemaknaan hidup pada masing-masing individu, baik itu oleh biarawati sendiri maupun oleh manusia “awam” pada umumnya. Mencermati pilihan hidup biarawati, peneliti hendak melihat bagaimana biarawati menemukan makna hidup mereka didalam biara sehingga mereka berani memilih hidup sebagai biarawati dengan segala konsekuensi di dalamnya dan tetap bertahan menjadi biarawati setelah mengalami konflik-konflik yang disebabkan oleh konsekuensi yang harus dijalani.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kebermaknaan hidup, Biarawati
  • NIM: 1002095112
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Psikologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Lisda Sofia, S.Psi., M.Psi., Psikolog & Andreas Agung K., S.Psi, MA
  • Nama eJournal: eJournal Psikologi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): eJournal Psikologi 102095112 (03-21-16-03-50-34).docx (83 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Psikologi 102095112 (03-21-16-03-50-34).pdf (188 kB)

236 total views, 1 views today